Televisi memang menjadi salah satu hiburan yang sangat populer di kalangan anak-anak Indonesia. Namun, sayangnya, tidak banyak yang menyadari dampak negatif televisi terhadap perkembangan anak-anak. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Psikolog Anak, Dr. Dian Pratiwi, “Paparan konten yang tidak sesuai dengan usia anak dapat berdampak buruk terhadap perkembangan emosi dan sosial mereka.”
Salah satu dampak negatif televisi terhadap anak-anak Indonesia adalah meningkatnya kecenderungan perilaku agresif. Menurut Profesor Psikologi, Dr. Andi Surya, “Anak-anak yang sering menonton acara televisi yang penuh dengan kekerasan cenderung meniru perilaku tersebut dalam kehidupan sehari-hari.” Hal ini dapat berdampak pada hubungan sosial anak dengan teman-temannya di sekolah.
Selain itu, paparan konten yang tidak mendidik juga dapat mempengaruhi kemampuan berpikir kritis anak-anak. Menurut Dr. Sarah Wijaya, seorang ahli pendidikan, “Anak-anak yang terlalu sering menonton televisi cenderung kurang mampu memilah informasi yang baik dan buruk.” Hal ini dapat berdampak pada kemampuan anak dalam menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan.
Tak hanya itu, dampak negatif televisi terhadap anak-anak Indonesia juga dapat berdampak pada kesehatan fisik mereka. Dr. Fitriani, seorang ahli kesehatan anak, menyatakan bahwa “Anak-anak yang terlalu lama duduk di depan televisi cenderung kurang bergerak, sehingga berisiko mengalami obesitas dan masalah kesehatan lainnya.”
Oleh karena itu, penting bagi orangtua dan pengasuh untuk memantau konten yang ditonton oleh anak-anak. Sebaiknya pilihkan acara televisi yang mendidik dan sesuai dengan usia mereka. Dengan demikian, kita dapat mengurangi dampak negatif televisi terhadap perkembangan anak-anak Indonesia.